Menyongsong era industry 4.0 membutuhkan persiapan matang bagi seluruh warga dunia, termasuk Indonesia. Era industri 4.0 memaksa manusia memasuki dua dunia, yaitu dunia riil dan dunia virtual. Internet of things yang merupakan ruh di era ini mengkondisikan manusia secara personal dan komunal sangat bergantung kepada dunia virtual, yang semakin hari semakin complicated dan smart. Berangkat dari pemikiran tersebut, Kementerian Agama yang bekerja sama dengan XL Axiata menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan untuk menyongsong kehidupan di era industry 4.0.
Bertempat di hotel Agria, Bogor sebanyak 75 Ketua OSIS dari Madrasah Aliyah di wilayah DKI Jakarta mendapatkan materi yang berkaitan dengan kepemimpinan, public speaking, design thinking, thinking prototype, dan pembuatan produk. Selain itu juga diberikan elevator pitch yang digunakan pada saat menjual produk. Hasil akhir produk para peserta dipresenyasikan di hadapan investor selama kurang lebih 2 menit.
Ketua OSIS MAN 2 Jakarta, Rizky Munandar beserta kelompoknya yang berjumlah sembilan orang akhirnya meraih peserta terbaik. Tim yang terdiri dari beberapa sekolah tersebut memenangi hadiah sebesar 5 juta rupiah.
“Saya mendapatkan pengalaman baru dan pengetahuan tentang industry 4.0.” ujar Rizky dengan sumringah. (Yuyum Daryumi)
Banyak cara untuk menjadikan pembelajaran menyenangkan. Salah satunya dengan menyaksikan pertunjukkan drama. Kali ini kelas XI MAN 2 Jakarta menyaksikan pertunjukan drama Teater Keliling di kampus PNJ UI, Depok pada Sabtu, 27 April 2019. Teater yang digawangi Rudolf Puspa ini menyajikan naskah bertjuk Wek Wek, karya D. Djajakusuma.
Peserta yang terdiri tujuh kelas itu secara umum antusias menikmati lawakan satire yang disajikan beberapa pemain. WekWek sendiri mengisahkan tokoh Bagong yang marah bukan kepalang karena bebek dan telur yang dipercayakannya pada Petruk ternyata hilang. Mengadulah Bagong pada lurah Semar, berharap akan menang dalam perkara, tanpa menemui kesulitan. Ia yakin, uang yang diberikan akan membuat segalanya lancar. Namun ternyata lurah Semar tetap teguh pada pendiriannya. Bujuk rayu Bagong tak membuatnya tergoda. Cerita Semar dan tokoh pewayangan lainnya memang sudah biasa, tapi kali ini Teater Keliling cukup lihai dalam meramu cerita sehingga kisah ini memang masih lumrah di era millennial.
“Ceritanya bagus dan saya terhibur. Para pemainnya sangat pintar dan menguasai karakternya,” ujar Kartika, kelas XI IPS 1, usai menyaksikan pertunjukan drama, sore itu. Pemain Wek Wek sendiri terdiri empataktor, yakni Derry Syrna sebagai Gareng, Aditya Jaya sebagai Semar, Ricky Febrianto sebagai Petruk, dan Endah Tri Liliany yang memerankan Bagong.
“Kegiatan outing class seperti ini memang sudah dilakukan secara rutin di madrasah kami. Hanya memang tetap mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia,”ujar Dra. Darsih selakuk guru pembimbing mata pelajaran Bahasa Indonesia. (Yuyum Daryumi)
Pernikahan usia dini menjadi sebuah fenomena yang sempat menghebohkan masyarakat belakangan ini. Di Jakarta Timur tercatat kasus ini semakin meningkat. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa anak perempuan yang menikah pada usia dini memiliki resiko tiga kali lipat mengalami kecemasan, depresi, bahkan bunuh diri.
Melihat kondisi tersebut Kankemenag Kota Jakarta Timur, dalam hal ini Bimas Urusan Agama Islam, merasa perlu untuk mencegah kasus ini agar tidak terus bertambah. Satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi pada kalangan remaja. MAN 2 Jakarta kali ini mendapat kesempatan pertama sebagai madrasah yang mendapat penyuluhan mengenai bimbingan pra-nikah. “Kasus pernikahan usia dini yang terjadi di Jakarta Timur, membuat kami harus segera melakukan pencegahan, terutama pada remaja,” uar Drs. H.Lukman HT, M.Si. selaku Kepala Seksi Bimas Islam Kota Jakarta Timur.
Sebanyak 200 siswa kelas XI MAN 2 Jakarta hadir di aula pada Senin, 29 April 2019 untuk mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah mewujudkan keluarga sakinah melalui bekal pengetahuan, peningkatan pemahaman dan keterampilan tentang kehidupan rumah tangga dan keluarga. “Pada saat seseorang memiliki perasaan suka pada lawan jenis, hal itu akan membahayakan jika dia tidak memahami bahwa perasaan tersebut harus dijaga agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan,”demikian H.Misbah, M.PdI memaparkan sebuah ilustrasi tentang kondisi psikologis remaja. Beliau menegaskan bahwa agamalah sebagai pedoman utama remaja dalam bergaul.
Kegiatan ini mendapat antusiasme yang cukup baik di kalangan siswa. “Materinya bagus dan membuka wawasan saya tentang resiko pernikahan dini. Saya menjadi tahu bahwa persiapan yang matang secara psikologis sangat diperlukan dalam sebuah pernikahan,” ujar Hanifah Akmala, salah seorang peserta kelas XI IPA 3.
Senada dengan pemateri sebelumnya, Kepala Bidang Urusan Agama Kanwil Kemenag DKI Jakarta, H. Purwanto, SE, MM memaparkan pernikahan berdasarkan perspektif aturan UU Pernikahan. Melalui kegiatan ini semoga tingkat pernikahan usia dini di Jakarta, khusunya akan menurun. (Yuyum Daryumi)
Gedung Pewayangan Kautaman Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terlihat meriah pada Rabu, 2 April 2019 itu. Sejak pagi ratusan remaja putri mengenakan pakaian kebaya dan dress sangat indah, sedang yang pria sebagian besar mengenakan jas. Wajah sumringah terlihat dari wajah mereka, termasuk para orang tua yang mendampinginya. Tak heran karena mereka sesaat lagi akan didaulat menjadi wisudawan MAN 2 Jakarta. Dengan demikian, predikat sebagai siswa sebentar lagi akan mereka tanggalkan.
Wakil Kepala bidang Kurikulum, Saepul, S.Pd.,MM mengatakan, sebanyak 262 siswa MAN2 Jakarta yang akan diwisuda hari ini terdiri dari empat program studi, yakni IPA, IPS, Bahasa dan Budaya, dan Ilmu Keagamaan. Sebagai salah satu madrasah yang sudah mendapat tempat di masyarakat, MAN 2 Jakarta mampu membuktikan bahwa siswanya tak hanya unggul di bidang akademik, tapi juga bidang non-akademik. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih siswa selama belajar di madrasah ini. Siswa yang berhasil meraih prestasi akademik dan non akademik seperti yang dibacakanSaepul, S.Pd,. MM pada acara wisuda itu adalah sebagai berikut:
- Prestasi bidang Akademik
Program IPA, terbaik 1 diraih oleh Afdhila Azizah Hidayati (XII IPA 3), terbaik 2 oleh Naila Syahidah (XII IPA 2), dan terbaik 3 diraih oleh Kiki Harfianza (XII IPA 1). Untuk program Ilmu Pengetahuan Sosial, terbaik 1 diraih oleh Hanif Helmi (XII IPS 1), terbaik 2 oleh Zella Andrea (XII IPS 2), dan terbaik 3 diraih oleh Hanif Dwi Kurniawan (XII IPS 1). Program Ilmu Bahasa dan Budaya, terbaik 1 diraih oleh Annisa Ramdhani, terbaik 2 oleh Humairoh Shafira, dan terbaik 3 diraih oleh Leila Farzannah. Terbaik 1 program Ilmu Keagamaan diraih oleh Okki Dwi Cahya, terbaik2 oleh Syifa Mumtaza, dan terbaik 3 diraih olehTamara Putri Andini. - Prestasi bidang Non-Akademik
Prestasi Non-Akademik diraih siswa MAN 2 Jakarta setelah mengikuti berbagai kompetisi baik tingkat nasional maupun internasional. para pendulang prestasi tersebut adalah: - Andika Novriatama Saputra (XII IPS 1), juara 1 kategori Humanoid Robot Mission pada lomba International Youth Robot Competition (IYRC) 2018 di Bangkok, Thailand.
- Muchtar Yahya (XII Bahasa), juara 1 Lomba Robotic kategori Line Follower di Jakarta Islamic School, 2018.
- Kemal Azka Ridha (XII Agama), Juara 1 Dai Rohis DKI Jakarta dan Juara 1 Lomba Dai di Kementerian Pemuda dan Olahraga.
- Qotrunnada Azzahra (XII Bahasa), meraih medali emas pada Festival Setu 5 tahun 2017 dan medali emas pada Tournament Tae Kwon Do Kapolri 2018.
- Putri Kalih Nuraida (XII Bahasa), meraih medali emas pada Festival Setu 5 tahun 2017 dan medali emas pada Tournament Tae Kwon Do Kapolri 2018.
- Okki Dwi Cahya (XII Agama), Juara 1 STQ ke- 27 cabang Tilawah Remaja Putra tingkat Kota JakartaTimur tahun 2017.
- Syifa Mumtaza (XII Agama),Juara 2 MTQ Rohis DKI Jakarta Competition tahun 2018.
- Aulia Rahmi (XII IPA 2), Juara 1 PPGD Giat Prestasi Jawara Nasional tinkat DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten tahun2017.
- Salman Farisyi (XII IPA 1), Juara 1 Lomba Smaphore Putra se-DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten tahun 2017.
- Denisa Putri Pahala (XII IPA 1), Juara 1 Bulu Tangkis PORSEMA tahun 2018.
- Sulthon Daffa Santana Alamsyah (XII IPA 3), Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah bidang IPA tingkat Nasional tahun 2017.
- Hanif Dwi Kurniawan(XII IPS 1) sebagai ketua OSIS.
- Hanif Helmi (XIIIPS 1) sebagai Ketua MPK.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Jakarta, Dra. Hj. Nurlaelah, M.Pd. menegaskan, “Pencapaian yang telah dilakukan oleh para siswa tak luput dari bimbingan guru, dukungan orang tua, dan kerja keras kalian.” Pada kesempatan itu kepala MAN 2 Jakarta juga memohon maaf pada seluruh orang tua jika pihak madrasah belum maksimal dalam memberikan pelayanan dan bimbingan pada siswa.
Senada dengan Kepala madrasah, ketua Komite MAN 2 Jakarta, H.Ahmad Zamili, S.Pd., M.Si. mengatakan, “Kami sangat berterima kasih pada Bapak dan Ibu guru yang telah membimbing dan mengantarkan anak-anak kami pada pintu kesuksesan.” Beberapa siswa yang dinyatakan lolos ke Perguruan Tinggi Negeri sebagai bukti bahwa MAN 2 Jakarta layak diperhitungkan. Dhiany Suhanna, S.Pd. selaku guru Bimbingan Konseling menyatakan, siswa MAN 2 Jkaarta yang dinyatakan lolos jalur SNMPTN sebanyak 10 orang, jalur PMDK sebanyak 3 orang, jalur SPAN sebanyak 6 orang. Selain itu beberapa siswa juga berhasil diterima di sekolah kedinasan, yakni Poltekes sebanyak1 orang, APP sebanyak 3 orang, dan di BATAN sebanyak 1 orang.
Pencapaian tersebut semoga menjadi motivasi untuk menjadikan Man2 Jakarta tetap di garda depan, baik bidang akademik maupun non-akademik. (Yuyum Daryumi)
Setelah berhasil menduduki peringkat pertama pada kejuaraan Robotik di Thailand akhir 2018 lalu, kini Tim Robotik MAN 2 Jakarta kembali menyabet tiga medali emas pada IYRC (Indonesia Youth Robot Competition) 2019. Kejuaraan yang diselenggarakan 14 April 2019 itu diikuti oleh puluhan tim yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. RACER sebagai penyelenggara kegiatan menggelar lima jenis lomba robotic, yakni Creative, Maze Solving, Hummanoid Mission, Drone Codeing, dan Drone Racing.
Bertempat di Ice BSD (Bumi Serpong Damai) Tangerang, kejuaraan yang melibatkan para remaja pecinta robot ini menuntut para peserta lebih kreatif. Sebut saja Naufal, misalnya yang merasa tertantang saat mengikuti lomba Creative Robot. Namun berkat kegigihan dan ketepatan waktu akhirnya tim mereka berhasil meraih 4th Excellent Creative. Naufal beserta Eki Farhan, Imam Pamuji, Rafit Firdaus, dan Awalihin berhasil menyingkirkan 20 tim lain.
Lain halnya dengan lomba individu. Pada kategori individu ini robotic MAN 2 Jakarta memercayakan pada Naufal Muafi, Ahmad Albanna, dan Zain Sultan untuk berlaga di tiga kategori berbeda. Kecermatan dan kegigihan ketiganya berbuah manis. Terbukti mereka berhasil menggondol medali emas. Naufal Muafi untuk kategori Drone Coding, Ahmad Albanna pada kategori Drone Racing, dan Zain Sultan untuk kategori Humanodi Mission. Perolehan keseluruhan akhirnya MAN 2 Jakarta meraih Grand Prize IYRC 2019.
Saat diwawancarai usai lomba Albanna menjelaskan bahwa kesulitan terutama pada saat peserta dituntut untuk membuat konsep dan merangkai robot yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Jenis kategori Creativelah yang lebih membutuhkan kreatifitas dan ide cemerlang,” ungkap Albanna. Dengan gayanya yang low profile, ia becerita bahwa kecintaannya pada dunia robot berawal dari kesukaannya pada computer dan semua program di dalamnya. Rencana ke depan ia berharap dapat mengikuti kompetisi tingkat internasional, mengikuti jejak kakak kelasnya tahun lalu. Selamat Tim Robotic MAN 2 Jakarta! (Yuyum Daryumi)
Masyarakat yang sehat merupakan aset yang sangat penting bagi suatu bangsa. Harapan akan munculnya generasi bangsa yang berkualitas bisa dimulai dengan menerapkan gaya hidup sehat di dalam keluarga. Gaya hidup sehat bisa mencegah hadirnya berbagai penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, stroke dan kencing manis. Meskipun tidak menular, ketiga penyakit ini dikategorikan sebagai lima penyakit yang banyak terjadi di Indonesia.
Melihat fakta tersebut, Puskesmas Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur mendatangi sejumlah sekolah untuk melakukan pemeriksaan dini terhadap siswa SMU/MA, MAN 2 Jakarta salah satunya. Bertempat di ruang aula, pada Selasa 16 April 2019, sebanyak seratus siswa kelas X Program IPA mendapat penyuluhan yang berkaitan dengan Penyakit Tidak Menular (PTM). Dua tenaga medis yang berkunjung ke MAN 2 Jakarta, yakni dr. Metta Eryani dan dr Amelia memaparkan bahwa tidak sedikitdari kalangan remaja yang terkena PTM, seperti diabetes mellitus, jantung, dan hipertensi.
“Penyebab utamanya adalah pola makan dan gaya hidup. Remaja yang sering merokok dan mengkonsumsi minuman manis dan bersoda paling mudah terindikasi PTM,”demikian dr. Metta memaparkan usai memeriksa glukosa siswa. Setelah dilakukan pemeriksaan bagi siswa yang memiliki glukosa di atas 200dirujuk ke Puskesmas Kecamatan Ciracas untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan.
“Ada sekitar sepuluh siswa yang memiliki glukosa 200. Untuk itu kami berikan surat rujukan untuk melakukan pemeriksaan di Puskesmas Kecamatan Ciracas,” ujar dr Amel. Dengan pemeriksaan dini diharapkan remaja mampu mengontrol gula darah dan melakukan pola hidup sehat, seperti makan makanan seimbang dan olahraga teratur. Selama ini MAN 2 Jakarta memang telah bekerja samadengan Puskesmas Kelurahan Ciracas dalam beberapa program. Sebut saja, misalnya PKPR yangmenangani masalah remaja dan segala permasalahannya. Diharapkan program semacam ini akan semakin meningkatkan kualitas kesehatan remaja untuk generasi yang lebih sehat. (Yuyum Daryumi)

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2019/2020 Jenjang MIN/MTsN/MAN yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta dikelola langsung oleh Penmad Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.
Jalur PPDB MAN 2 Jakarta :
- Jalur Prestasi
- Jalur Madrasah
- Jalur Reguler
Informasi lebih lengkap silahkan klik DOWNLOAD INFO PPDB MAN 2 JAKARTA
Pagi di salah satu sudut kelas MAN 2 Jakarta sudah ramai dengan senandung puluhan anak kelas X. Nyanyian yang mereka senandungkan bukan tanpa makna. Mereka ternyata sedang menghafal serangkaian fiil, dhomir sebagai bekal awal memahami Al Quran. Adalah Irvan Widodo yang menjadi trainer sekaligus narasumber selama pelatihan berlangsung.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini dimulai hari Senin, 18 Maret 2019 dan diikuti oleh seluruh kelas X siswa MAN 2 Jakarta. Selain penyampaian yang menyenangkan, pelatihan metode Tamyiz ini dilengkapi dengan buku Lembar Latihan Tarjamah Al Quran dan Kamus Lengkap Surah Al Baqarah. “Buku ini ditulis atas dasar pemikiran dan kerisauan saya selama menjadi trainer, dengan pertimbangan kemampuan setiap peserta didik yang berbedadalam memahami kandungan ayat suci Al Quran,” demikian Irvan Widodo mengungkapkan di sela istirahat siang itu.
Antusiasme siswa dalam mengikuti pelatihan ini masih terlihat dengan banyaknya peserta hingga hari terakhir. “Enak pelatihannya karena kami sambil menyanyi sehingga tidak terasa akhirnya kamidapat menghafal kosakata yang banyak itu,” ujar Chairunnisa , salah satu peserta pelatihan.
Metode Tamyiz sendiri digagas oleh Prof. Imron Abdul Syukur,seorang ISO Senior Consultant yang telah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan. Di beberapa sekolah, metode Tamyiz telah terbukti menghasilkan beberapa lulusan yang mampu memahami Al Quran pada tingkat dasar. Semoga dengan upaya ini akan semakin menambah generasi millennial yang cinta Al Quran. (Yuyum Daryumi)
Sabtu, 2 Maret 2019 merupakan hari yang membahagiakan bagi Band MAN 2 Jakarta. Bagaimana tidak, penampilan mereka mampu membuat dewan juri dan penonton terhanyut dan turut bernyanyi. Band yang memiliki personel Rama Cahya Yudhoyono (bass), Muhammad Faisal Fachrurrozy (gitar), dan Kharisma Dwi Utami (Vokal) ini membawakan dua lagu, yakni Bendera yang dipopulerkan grup Coklat dan Paramore dari Ignorance.
Harmoni music dan vocal yang dibawakan ketiganya berbuah manis. Dengan mengalahkan enam grup band SMA dari berbagai wilayah di DKI Jakarta, akhirnya mereka meraih juara II. Hadiah go pay sebesar 750.000,00 cukup membuat ketiga personel ini puas. Acara yang bertempat di Season City Mall, Jakarta Barat ini memang bertujuan untuk mencari bakat kalangan muda khususnya dalam seni music.
“Sebenarnya bukan hadiah yang menjadi motivasi kami,karena kami sadar sebagai pemula masih banyak yang harus dibenahi hingga akhirnya mampu tampil lebih maksimal lagi,” ujar Yudho di sela persiapan pentas pada acara Art Corner di MAN 2 Jakarta. Go Food Festival SMA Band Competition merupakan salah satu komperisi band yang telah diikuti oleh Yudho dan Faisal. Beberapa kompetisi serupa telah diikuti demi mengasah kemampuan bermusik mereka. Selamat untuk Band MAN 2 Jakarta, semoga makin menambah warna baru dalam khasanah musik di tanah air. (Yuyum Daryumi)
Paskibra MAN 2 Jakarta kembali meraih kejuaraan di tingkat DKI Jakarta. Kali ini tim yang terdiri dari 15 personel ini mengikuti kompetisi dalam ajang PASCHO (Paskibra Stay High Competition) yang diselenggarakan oleh SMU 58 Jakarta. sebanyak 25 tim Paskibra dari wilayah DKI Jakarta mengikuti lima kategori lomba, yakni Komandan Terbaik, Pembawa Bendera Terbaik, Pengibar Bendera Terbaik, Formasi Terbaik, dan Pasukan Terbaik.
MAN 2 Jakarta berhasil memenangi Komandan Terbaik, yakni Muhammad Rizky Munandar. Selain itu juga meraih Juara Madya III untuk kategori lomba Pasukan. Lomba yang berlangsung pada tanggal 3 Maret 2019 ini melibatkan juri dari Pasukan Purna Paskibra (PPI) Jakarta Timur dan Personel Polda Metro Jaya.
Saat diwawancarai usai lomba, Amelia Tri Novianti salah satu Anggota Tim Paskibra MAN 2 Jakarta menyatakan bahwa lomba-lomba yang diikuti Paskibra MAN 2 Jakarta semata-mata untuk menguji mental dan kedisiplinan anggota. “Saya merasa lebih disiplin dalam setiap hal yang dikerjakan, terlebih disiplin waktu,” demikian ujar Novita.
Dalam waktu dekat, Pakibra MAN 2 Jakarta akan mengikuti beberapa kompetisi serupa yang diselenggarakan di DKI Jakarta. Selamat dan sukses, Tim Paskibra MAN 2 Jakarta (Yuyum Daryumi)




