Pengumuman Kelulusan Kelas XII MAN 2 Jakarta, silahkan download SK Kelulusan DISINI
Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh warga dunia, termasuk Indonesia, membawa dampak pada perekonomian sebagian besar masyarakat. Kalangan masyarakat menengah ke bawah yang paling terdampak bencana ini tentu perlu mendapat perhatian khusus. Keberlangsungan hidup mereka yang tiba-tiba dirumahkan pada kenyataannya belum tersentuh oleh Pemerintah. Maklumlah, saat ini Pemerintah tengah fokus dalam menangani kasus Covid-19 yang jumlahnya makin bertambah. Bukan hal yang mudah jika tak dibarengi dengan bantuan dari seluruh elemen masyarakat.
Kondisi ini membuat beberapa elemen masyarakat berempati menggalang dana untuk pasien, tenaga medis, bahkan warga yang kehilangan pekerjaan karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk ke luar rumah. Melihat kondisi ini, guru dan karyawan bekerja sama dengan Komite MAN 2 Jakarta merasa terpanggil untuk turut berpartisipasi dalam penanggulangan bencana ini. Bantuan pertama diberikan pada Puskesmas kecamatan Ciracas dalam bentuk masker, vitamin, dan susu UHT.
“Terima kasih yang tak terhingga untuk Bapak dan Ibu guru di MAN 2 Jakarta. Semoga kita dapat beraktivitas normal kembali dan busa menjalin kerjasama lagi, ” ujar Sulastry Pardede, M.Psi.,saat menerima bantuan di lobby Puskesmas. Bantuan yang diberikan ditujukan bagi pasien Covid-19 yang berada di wilayah kecamatan Ciracas. Sebelumnya MAN 2 Jakarta telah menjalin kerjasama yang baik dengan Puskesmas Kec Ciracas dalam berbagai kegiatan, seperti seminar dan penyuluhan kesehatan bagi remaja.
Tak hanya guru dan karyawan, Komite MAN 2 Jakarta pun pada hari Selasa 14 April 2020 turut andil dalam aksi kemanusiaan ini. Dwi Hartanti, S.Sos.,MM selaku ketua Komite MAN 2 Jakarta memberikan bantuan berupa sembako pada masyarakat, termasuk pegawai honorer, office boy, dan Satpam madrasah.
Covid-19 memang telah melumpuhkan sendi perekonomian bangsa. Namun di sisi lain, virus ini telah memberi pelajaran berharga bagi umat manusia tentang banyak hal: kebersamaan, mawas diri, dan religiusitas yang kesemuanya bermuara pada Tuhan Sang Penguasa Alam. Jadi, tak ada kata menyerah untuk kita. Mari, satu hati bergandengan tangan melawan Covid-19. (Yuyum Daryumi)
Rencanakan masa depanmu dari sekarang. Kalimat itu benar adanya. Perencanaan masa depan seseorang sebaiknya dilakukan sejak dini. Dengan mengenali minat dan talenta sejak awal, maka memilih pendidikan dan pekerjaan yang tepat dapat diwujudkan. Terlebih persaingan karier di masa kini lebih menuntut manusia yang kreatif baik dari segi keilmuan maupun keterampilan.
Mencermati kondisi tersebut MAN 2 Jakarta bekerjasama dengan Mutiara Tour & Travel mengadakan kegiatan Belajar di Luar bagi siswa kelas XI. Kegiatan yang dilaksanakan sejak 17 Januari 2020 ini dilaksanakan selama empat hari dan diikuti oleh 242 siswa dan 10 guru pendamping. Salah satu bentuk kegiatan Belajar di Luar adalah mengunjungi beberapa Perguruan Tinggi Negeri dan objek wisata budaya di Jawa Tengah. MAN 2 Jakarta memlih Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Akademi Militer Magelang, dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta.
Dalam sambutannya di AKMIL Magelang, Kepala MAN 2 Jakarta, Wido Prayoga, S.Pd. menyampaikan rasa terima kasih atas penyambutan pihak AKMIL yang luar biasa.
“Kami bersyukur karena setelah sekian tahun kami melakukan kegiatan outing class, baru inilah kali pertama kami mengiinjakkan kaki di AKMIL Magelang,” ujar beliau. Wido menegaskan, dengan kunjungan kali ini diharapkan ada di antara siswa MAN 2 Jakarta yang mendaftar dan menjadi bagian keluarga besar AKMIL Magelang. Selain itu, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dan UIN Sunan Kalijaga juga menjadi tujuan yang diminati sebagian besar siswa.
“Rencananya saya akan memilih jurusan Tarbiyah di UIN Sunan Kalijaga. Selain suasana kampusnya yang nyaman, juga kotanya mendukung untuk belajar,” ungkap Satrio, salah seorang peserta dari kelas XI Agama. Selain mengunjungi kampus, peserta juga berkunjung ke beberapa objek wisata seperti candi Borobudur, Gunung Merapi, dan kampung Batik Giriloyo. Program ini rutin dilakukan dan diperuntukan bagi kelas XI untuk memupuk sosialisai dan kerjasama dengan teman, selain menambah wawasan bidang Pendidikan dan kepariwisataan. (Yuyum Daryumi)
KIR MAN 2 Jakarta mengadakan seminar Nuclear Go to School bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) pada Senin, 6 Januari 2020. Seminar ini diikuti oleh 157 peserta yang berasal dari kelas XI IPA dan anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Nuclear Go to School (NGTS)merupakan salah satu program BATAN untuk mengedukasi siswa tentang nuklir. Pemanfaatan nuklir dalam bidang kesehatan, pertanian, dan lain-lain, tidak semata melihatnya dri perspektif negative.
“Seminar ini bertujuan untuk mengubah mindset dan pemahaman tentang nuklir. Selama ini nuklir identiK dengan radiasi yang membahayakan, bahkan bom yang mengerikan. Pemanfaatan nuklir sangat banyak , terutama dalam energi di masa yang akan datang,” ujar Kahfi Sabariah, Pembina KIR MAN 2 Jakarta.
Keberadaan nuklir di Indonesia sendiri tak lepas dari peran pemerintah di bawah kepemimpinan Ir. Soekarno. Setelah Perang Dunia II, tepatnya tahun 50-an, Presiden Soekarno membentuk panitia Negara untuk menyelidiki sisa lepasan zat radioaktif dari uji coba senjata nuklir di perairan Pasifik. Kemudian hari panitia Negara ini menjadi Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
BATAN telah mengemban amanat menjaga kedaulatan NKRI sejak awal berdirinya dan dengan semangat penggunaan nuklir untuk tujuan damai. Hingga kini telah dioperasikan 3 reaktor riset, puluhan varietas tanaman pangan dengan menggunakan teknik mutasi radiasi, hilirisasi radioisotop, dan radiofarmaka untuk kesehatan, sterilisasi bahan kesehatan, teknik pemantauan lingkungan, industry, dan sumber daya air, serta pengelolaan limbah radioaktf. Dengan terus menjunjung tinggi prinsip keamanan dan keselamatan, BATAN terus berupaya memberi kontribusi nyata dengan menghadirkan teknologi nuklir di tengah masyarakat.
Seminar NGTS ini juga menjadi sarana informasi bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi. Bidang nuklir menjadi salah satu alternatif jurusan yang menjanjikan. MAN 2 Jakarta sejalan dengan misi BATAN bahwa nuklir hanya untuk perdamaian dan kemaslahatan warga dunia. (Kahfi Sabariah-Yuyum. D)
Halaman MAN 2 Jakarta pada Minggu pagi, 15 Desember 2019 ini terasa berbeda dari biasanya. Sejak pk. 07.00 akses menuju madrasah ini telah dipenuhi oleh anak muda dari berbagai sekolah di wilayah Jakarta Timur. Ya, pada hari itu MAN 2 Jakarta mengadakan hajatan tahunan yakni Gebyar MAN 2 Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan tiap akhir tahun ini memang bertepatan dengan hari lahir MAN 2 Jakarta yang ke-38. Banyak agenda menarik yang disuguhkan, seperti tari tradisional Jaipong dan Saman yang mengawali acara pembukaan. Selain itu juga atraksi marching band dan teater dari Galaktika tak luput menarik perhatian ratusan penonton.
Dalam sambutannya kepala MAN 2 Jakarta, Wido Prayoga S.Pd. berpesan agar kegiatan ini berjalan dengan tertib dan aman. “Silahkan kalian hura-hura tanpa menimbulkan huru hara!” demikian imbaunya. Sebanyak sepuluh personel keamanan dari Polsek Ciracas turut terlibat dalam menjaga keamanan kegiatan ini. Maklum, puncak acara Gebyar dimeriahkan oleh tiga grup band papan atas, yakni OM PMR, Feast, dan penyanyi yang sedang hits Fiersa Besari.
OM PMR yang mewakili remaja tahun 90-an membuka pentas musik kali ini. Kepiawaian grup lawas ini dalam meracik kompilasi lagu membuat OM PMR dterima oleh anak muda zaman sekarang.
“Kami sengaja menggelar music lintas generasi, agar semua kalangan dapat menikmatinya,” ungkap Muhammad Faqih, ketua Panitia Gebyar 2019. Tak hanya music lawas, genre kekinian dimunculkan dalam ajang ini. Sebut saja Feast, grup music rock yang beranggotakan Baskara Putra, Adnan S.P. Dicky Renanda, Fikriawan, dan Adrianus Aristo ini cukup menghangatkan lapangan MAN 2 Jakarta dengan lagu hitsnya “Selamat/Sukses”.
Berbeda dengan Feast, penyanyi Fiersa Besari muncul di bagian akhir Gebyar. Dikenal dengan lagu-lagunya yang romantis, Fiersa berhasil membuat histeris penonton yang sebagian kaum hawa. Kepiawaian Fiersa dalam mengaduk emosi penonton dalam dialognya merupakan kelebihannya sebagai penyanyi sekaligus peuulis. Hampir semua lagu yang dilantunkan Fiersa, merupakan lirk yang tak asing di telinga penonton. sebut saja “Waktu yang Salah”, “Garis Terdepan”, hingga “Celengan Rindu” yang membuat namanya melambung menjadikan suasana MAN 2 Jakarta makin romantis menjelang senja. “Tempat Aku Pulang” menutup rangkaian Gebyar tahun ini. Di tahun ke delapan kegiatan Gebyar Man 2 Jakarta, sekolah akan terus bebenah dan mewadahi kreativitas siswa, khusunya bidang seni dan budaya. (Yuyum Daryumi)
Keberadaan peneliti, khususnya di kalangan anak muda, belakangan ini mengalami penurunan. Beberapa komperisi Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan LIPI dan lembaga lain selalu dimenangi oleh peneliti muda dari daerah. Bahkan tiga tahun terakhir, provinsi DKI Jakarta nyaris tak terdengar di ajang kompetisi ilmiah ini.
Melihat kondisi tersebut, MAN 2 Jakarta menggelar kegiatan pelatihan Madrasah Young Researches (MYRES). Dengan tema “We`re the Next Scientist “, acara ini dilaksanakan mulai 13-14 Desember 2019.
“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap akan muncul peneliti muda yang mampu memunculkan inovasi yang kreatif di berbagai bidang, “ ujar Wido Prayoga, S.Pd. selaku Kepala MAN 2 Jakarta. Dalam praktiknya, seluruh peserta yag berjumlah 57 peserta ini dikelompokkan menjadi tiga bidang penelitian, yakni Science, Sosial dan Humaniora serta bidang Keagamaan. Tiap kelompok yang terdir dua peserta tersebut selanjutnya menentukan tema dan objek penelitian`
“Ada beberapa judul penelitian yang bagus. Ini bukti bahwa kita masih punya peluang untuk maju dalam KSM maupun MYRES tingkat nasional tahun depan,”, ujar Munasprianto Ramli, PhD. selau narasumber acara ini. Munas berharap DKI Jakarta dapat bersaing dengan peneliti muda dari berbagai daerah. Selaku dewan juri pada ajang bergengsi seperti KSM dan MYRES, Munas banyaj memberikan kiat bagaimana agar sebuah penelitian dapat lolos menjadi tiga besar dalam ajang kompetisi KTI. Selain inovasi, penelitian yang baik juga harus memmpertimbangkan azas kebermanfaatan. Artinya, penelitian tersebut mampu membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung seluruh peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan. “Kegiatan ini makin membuka wawasan saya bahwa seorang peneliti ternyata harus peka terhadap keadaan sekitar dan menjadikannya sebuah masalah penelitian, “ ungkap Ghaitsa sumringah. Ghaitsa yang baru setahun menjadi anggota KIR MAN 2 Jakarta berharap penelitian bidang science yang dilakukannya mampu menembus ajang komperisi tingkat nasional. Di luar itu semua, seorang peneliti muda haruslah membuka wawasan dan pikiran melalui membaca. Dengan memperbanyak bacaan berarti wawasan kelimuan makin bertambah dan sensitivitas terhadap realita kehidupan pun makin terasah. (Yuyum Daryumi)
Jakarta (Humas MAN 2 Jakarta) – Rendahnya tingkat pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat Indonesia memicu banyak terjadinya kasus pelanggaran hukum. Kasus tindak korupsi, pelanggaran berlalu-lintas, hingga kasus perdagangan orang merupakan kasus yang belakangan sering muncul ke permukaan. Ironinya, masyarakat awam yang menjadi korban beberapa kasus tersebut pada umumnya tak berdaya untuk mengajukannya ke ranah hukum. Akibatnya hak-hak yang semestinya mereka peroleh justru berada di pihak yang tidak tepat.
Berkaca pada kondisi tersebut, Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI mengadakan penyuluhan hukum pada siswa MAN 2 Jakarta. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 28 November 2019 di ruang Multi media MAN 2 Jakarta. materi yang disampaiakn kali ini cukup menarik dan sesuai dengan kebutuhan kaum millenial, yakni Bulliying dan Hoax. Bullying atau dalam kata lain penindasan/penginitimidasian merupakan penggunaan kekerasan , ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain.Hal ini telah diatur dalam UU No.23 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Menurut Nurhayati, M.Hum, bullying sering terjadi di sekolah dan umumnya dilakukan oleh kakak kakak kelas sebagai bentuk senioritas. “Tindakan ini jelas telah melanggar hak-hak anak, seperti hak untuk tumbuh dan berkembang dengan wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.” Ungkapnya. Lebih lanjut Nurhayati menjelaskan, dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh tindak bullying ini adalah anak akan menarik diri dari pergaulan, tidak mau sekolah, dan berujung pada kondisi depresi.
Kasus lain yang tak kalah menarik adalah hoax. Secara umum hoax merupakan informasi yang sesungghnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Berita semacam ini biasanya muncul di dunia maya yang hampir semua orang dapat mengaksesnya. Namun, satu hal yang harus ditanamkan pada pengguna media sosial, khususnya para siswa, yakni tidak semua hal yang disampaikan itu benar. Ada banyak berita palsu yang bertebaran dengan tujuan untuk mempengaruhi publik.
“Berpikir kritis dan cermat dalam menerima informasi merupakan kunci agar kita terhindar dari hoax,” tegas Nurhayati.
Menanggapi hal tersebut, seluruh peserta yang berasal dari kelas X IPA sangat antusias. Beberapa pertanyaan yang terlontar merupakan peristiwa yang mereka alami. Sebut saja, Sarah, siswi berperawakan langsing ini mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi korban bullying saat duduk di SMP. Pelakunya yang notabene teman sekelasnya itu dengan leluasa meminta uang jajan pada beberapa teman perempuannya. Kejadian ini membuatnya malas belajar dan takut masuk sekolah.
“Sekarang saya tahu bagaimana menyikapinya jika hal ini terulang pada diri saya dan teman-teman,” ugkapnya dengan sumringah.
Rencana ke depan, MAN 2 Jakarta akan merintis menjadi pelopor madrasah sadar hukum. Sebagai satu-satunya madrasah yang menyelenggarakan penyuluhan hukum, hal ini disambut antusias oleh pihak Kemenkum HAM. Hal ini bertujuan agar siswa MAN 2 Jakarta memahami dan dapat memberikan pemahaman pada teman-temannya bahwa hukum bukan hanya milik segelintir orang, tapi seluruh masyarakat Indonesia.
“Pertemuan berikutnya kami akan melakukan coaching secara intensif pada kader Kadarkum di MAN 2 Jakarta dan pastinya akan menginspirasi komunitas Kadarkum di lingkungan madrasah,” ungkap Nurhayati, menutup perbincangan.(Yuyum Daryumi)
Suasana meriah tampak di lapangan MAN 2 Jakarta pada Kamis, 10 Oktober 2019. Kemeriahan itu telah terasa sejak pagi di lapangan madrasah. Ya, Peringatan Bulan Bahasa yang digelar sejak 9 Oktober 2019 ini selalu mengundang antusiasme siswa MAN 2 Jakarta. Tahun ini acara Bulan Bahasa bertajuk TRIGESA (Tiga Generasi Bangsa) dengan mengusung tema “Bahasa Jiwa Bangsa”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diawali dengan berbagai lomba kebahasaan dan kesastraan, yakni Musikalisasi Puisi, Mendongeng, Rangking Satu, Pidato, Short Movie, dan Menyanyi Lagu Daerah. Melalui ajang lomba tersebut mulai tampak bakat bermunculan dari sebagian besar siswa. Banyak siswa yang terlihat biasa-biasa saja ternyata memiliki talenta di luar dugaan para juri. Sebut saja, Arnetta. Gadis tinggi semampai yang kesehariannya terlihat pendiam ternyata mampu menghipnotis juri lomba Musikalisasi Puisi saat membawakan “Sajak Putih’ karya Chairil Anwar. Lomba Film Pendek pun tak kalah seru. Mereka menampilkan film pendek bak sineas sungguhan. Keseluruhan lomba tersebut, seperti diutarakan ketua panitia, Dra. Hj. Latifah Tunain, M.Pd., merupakan bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi di sekolah.
Ada satu hal yang mampu menyedot perhatian seluruh siswa MAN 2 Jakarta, bahkan sekolah lain di wilayah Jakarta Timur. Jika tahun-tahun sebelumnya hanya mendatangkan sastrawan, kali ini MAN 2 Jakarta juga mengundang artis muda yang cukup digandrungi. Adalah Aldi Maldini atau yang akrab disapa Aldi CJR mampu membuat lapangan MAN 2 meriah. Momen Bulan Bahasa ini sengaja menghadirkan kalangan muda untuk memantikkan semangat nasionalisme dan bangga akan Bahasa Indonesia melalui idola di zamannya. Dengan gaya remaja kekinian dan suasana yang lebih santai, diharapkan pesan-pesan positif mampu tersampaikan pada seluruh siswa. Mulai dari perbincangan perjalanan karier, pacarana versus Pendidikan, hingga menukik ke tema toleransi, rasis, dan anti kekerasan.
Pada sesi sebelumnya, hadir sastrawan dari era 90-an, yakni Gol A Gong. Dalam kemasan talk show yang berlangsug sekitar dua jam tersebut, penulis yang memiliki nama asli Heri Hendrayana Haris ini mampu menghipnotis peserta melalui kisah panjangnya dalam dunia kepenulisan.
“Teruslah memperjuangkan apa yang kalian cita-citakan, dan jangan lupa memohon restu dari orang tua. Itulah kunci keberhasilan hidup,” ujar penulis yang telah menerbitkan sebanyak 126 buku ini. Kiprah Gol A Gong dalam dunia kepenulisan dan sisi pedihnya saat ditimpa musibah yang menyebabkan salah satu tangannya diamputasi, menjadi bagian yang paling menarik bagi seluruh peserta.
“Saya sampai menitikkan air mata saat Pak Gol A Gong menceritakan kisah hidupnya waktu kecil. Dan ini sangat memotivasi saya untuk tidak boleh menyerah dalam keadaan apa pun, “ujar Nisa Nurramadhani, salah seorang peserta sekaligus anggota Jurnalistik.
Selain mengundang sastrawan dan artis, puncak kemeriahan peringatan Bulan Bahasa juga diwarnai dengan tampilan drama “Menguning Menghijau” oleh Kelompok Teater Galaktika MAN 2 Jakarta, tampilan pemenang lomba, dan diakhiri dengan sajian paduan suara Tegami dari seluruh personel Bulan Bahasa.
“Kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas upaya keras siswa-siswi program Bahasa dalam mewujudkan acara ini. Tanpa diadakan kegiatan rutin seperti ini generasi millennial bisa jadi lupa bahwa ada momen penting di bulan Oktober, yakni kelahiran bahasa kebangsaan, Bahasa Indonesia” ujar Wido Prayoga, S.Pd. selaku kepala MAN 2 Jakarta. Semoga upaya ini akan semakin membangkitkan rasa bangga pada setiap siswa sebagai bagian dari generasi Indonesia. (Yuyum Daryumi)
Bencana banjir yang kerap melanda ibukota di setiap musim penghujan, tak pelak membawa dampak negatif bagi masyarakat Jakarta. Mulai masalah kesehatan yang menurun akibat penyakit menular hingga kebersihan lingkungan yang menjadi lebih buruk karena sampah yang dibawa banjir. Untuk mengantisipasi hal tersebut, MAN 2 Jakarta sebagai salah satu lembaga Pendidikan turut bertanggung jawab untuk menjadikan lingkungan ibukota yang bersih, nyaman, dan bebas banjir
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat lubang biopori di lingkungan sekolah. Biopori dipilih sebagai salah satu cara untuk membuat resapan air sebanyak mungkin saat musim hujan tiba. Biopori juga sebagai penampungan air yang dapat menyimpan air dari wilayah sekitarnya. Dengan melibatkan bidang PPSU dan Kesehatan Lingkungan di Kelurahan dan Kecamatan Ciracas, puluhan siswa dan guru terlibat langsung dalam pembuatan lubang biopori.
Melalui edukasi dan praktik langsung di lahan sekolah petugas dari kelurahan Ciracas pada hari Senin, 7 Oktober 2019 dengan sigap memberikan penyuluhan mengenai teknik pembuatan biopori,juga bahan dan alat yang diperlukan.
“Sebenarnya pembuatan biopori mudah dilakukan oleh siapa saja. Asalkan bahan dan alatnya tersedia, “ujar Agus salah seorang petugas Kesling (Kesehatan Lingkungan ) Kelurahan Ciracas. Di setiap kecamatan idealnya terdapat 30 ribu lubang biopori. Kecamatan Ciracas belum memenuhi target tersebut. “Kami menyambut baik MAN 2 Jakarta yang dengan kesadaran sendiri ingin bekerja sama dengan kami dalam mensukseskan program ini, “ ujar Ibu Rusti, salah seorang pegawai di kelurahan Ciracas.
Program selanjutnya, MAN 2 Jakarta akan menyelenggarakan berbagai program terkait penghijauan, di antaranya pembuatan sumur resapan, pengolahan sampah, dan composting. Hingga saat ini program yang telah dilaksanakan adalah pengadaan kebun hidroponik yang berisi sayuran, seperti bayam merah, kangkung, dan sawi kailan. Kebun hidroponik ini bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat Kelurahan Ciracas.
“Hal yang terpenting dari seluruh program ini adalah membentuk kebiasaan anak dan seluruh komponen madrasah untuk selalu hidup bersih, peduli lingkungan, dan hidup mandiri. Pembiasaan seperti itulah yang kelak akan menjadi lifestyle kita,” ujar Wido Prayoga, S.Pd., kepala MAN 2 Jakarta. Wido yakin, dengan pembiasaan yang rutin dilakukan dan berkesinambungan akan membentuk karakter manusia yang positif. (Yuyum Daryumi)
Untuk kesekian kali, ROHIS MAN 2 Jakarta kembali menyabet kejuaraan keagaaan tingkat SMU se-Jabodetabek.dalam ajang OFORTY di SMUN 55 Jakarta. Kejuaraan yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 September 2019 ini diikuti oleh siswa SMU dan MA di wilayah Jabodetabek. Panitia penyelenggarakan mengadakan beberapa kompetisi, di antaranya lomba MHQ (Musabaqah Hifzhul Quran), MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran), lomba dai, adzan, dan Cerdas Cermat Islam (CCI).
Dari enam kompetisi yang diseenggarakan, MAN 2 Jakarta berhasil memenangkan kesemua ajang lomba.kejuaraan yang diraih ROHIS MAN 2 Jakarta, yakni Juara 2 MHQ oleh Khairani Nuradhilah, Juara 3 MTQ oleh Kaukab Alif Nur Natsir, Juara 3 Dai oleh ezza Hidayatullah, Juara 1 Azan oleh Yusnanda Aditya, Juara 2 Adzan oleh Wahyu Nugroho, Juara 1 Cerdas Cermat Islam oleh kelompok Muhammad Rizky Alfaqih, Ichwan Fahri, dan Aqshal Daffa Fadhilah, dan Juara 3 Cerdas Cermat Islam oleh Tm Bayu Sentosa, Mohammad Idza Faizurrahim, dan Muhammad Naufal Muafi.
Sebagian besar kejuaraan yang diraih tersebut menjadi bukti bahwa ROHIS MAN 2 Jakarta patut diperhitungkan dalam berbagai ajang lomba keagamaan d tingkat provinsi DKI Jakarta.
“Rencana ke depan, kami akan mengikut kompetisi keagamaan di tingkat nasional,” ujar Yusnanda bersemangat. Menurutnya, dengan mengikuti kompetisi di tingkat nasional akan mengenalkan nama baik MAN 2 Jakarta pada provinsi lain.di samping itu, syiar agama juga akan meluas ke seluruh nusantara. Semoga harapan Yusnanda dan Tim ROHIS lain akan segera terwujud. (Yuyum Daryumi)




