Bagi umat Islam, Al Quran sudah tak diragukan lagi sebagai pedoman hidup sehari-hari. Untuk memahami dan mendalami isi Al Quran, diperlukan waktu dan strategi khusus hingga benar-benar menjadi bagan tak terpisahkan dalam keseharian umat Islam. Untuk menuju ke arah tersebut, MAN 2 Jakarta mengadakan kegiatan Wisata Quran bagi siswa kelas X. Kegiatan yang telah berlangsung sejak lima tahun lalu ini mendapat apresiasi positif dari siswa maupun orang tua.
Tahun ini, kegiatan Wisata Quran bertempat di Grand SMESSCO Hills, Cisarua Bogor, Jawa Barat. Beberapa tahun sebelumnya, kegiatan Wisata Quran dipusatkan di Villa Bina Qalbu, Cilember Bogor, namun mengingat kapasitas peserta yang lebih banyak maka dialihkan ke Cisarua. Sebanyak 267 peserta belajar bersama menghafal AlQuran, kususnya Surat Al Mulk, Al Waqiah, dan Ar Rahman. Metode pembelajaran secara halaqah (berkelompok) memudahkan peserta lebih mudah menghafal karena dipantau secara intensif oleh masing-masing ustadz.
“Tempatnya yang tenang, jauh dari keramaian sangat mendukung kami untuk hafalan. Selain itu pemandangannya juga bagus, “ ujar Dini Aghnny salah seorang peserta kelas X Agama. Senada dengan Dini, Aziziah mengatakan bahwa pelarangan membawa HP membuatnya terbantu lebih fokus pada Al Quran.
“Tidak memegang HP membuat kami lebih fokus hafalan dan lebih dekat dengan teman-teman.” Ujar Azizah. Setelah selesai kegiatan, di hari kelima semua peserta mengikuti ujian sesuai dengan hafalannya masing-masing. “Lebih baik menjaga hafalan daripada menambah hafalan tapi hafalan sebelumnya terlupakan,” itu kalimat yang diingat Azizah yang ditanamkan oleh sebagian besar ustadz. Menghafal Al Quran yang berlangsung selama lima hari pun dirasa cepat oleh para peserta. dimulai tanggal 9 hingga 17 September 2019, Wisata Quran ini diikuti oleh 2 kloter yang masing-masing mengikuti pembelaaran selama lima hari.
Kegiatan yang pada mulanya dirasa terpaksa tapi ternyata setelah djalankan menjadi lebih nyaman. Setelah usai mengikuti kegiatan Wsata Quran ini diharapkan seluruh siswa tidak berhenti menghafal Al Quran. Bagaikan mengukir di atas batu, kegiatan positif yang dilakukan sejak dini, akan berbuah positif di masa depan. Semoga. (Yuyum Daryumi)
Bersaing di Kejuaraan Tae Kwon Do Tingkat Nasional, Amalina dan Wafy Berhasil Menyabet Medali Perak dan Perungu
Setelah pencak silat menorehkan prestasi dalam ajang kejuaraan internasional, kini cabang Tae Kwon Do MAN 2 Jakarta menunjukkan kebolehannya. Adalah Amalina Puteri Sawitri dan M.Wafy Nadhira yang berhasil mengharumkan nama baik madrasah di tingkat nasional. Keduanya menyabet medali perak dan perunggu pada kejuaraan “Tae Kwon Do Championship KAPOLRI Cup ke-2” tingkat Pelajar Nasional. Kejuaraan yang diselenggarakan pada tanggal 12-13 September 2019 di GOR Ciracas itu diikuti oleh pelajar nusantara.
Bagi MAN 2 Jakarta, Tae Kwon Do merupakan cabang bela diri yang cukup diminati selain Pencak Silat. Beberapa siswa MAN 2 Jakarta berhasil menjuarai berbagai kompetisi baik tingkat nasional maupun internasional. “Kami turut bangga karena siswa-siswa berhasil menunjukkan prestasinya. Artinya, selain bidang akademis, mereka pun berhasil di bidang akademis,” ujar Dahlan, S.Ag., selaku Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan.
Saat ditemui, Amalina mengatakan bahwa ia senang mendapat medali perak dalam ajang bergengsi ini. “Senang sekaligus deg-degan karena peserta lain banyak yang bagus, “ ujar Amalina sumrimgah. Untunglah ia berhasil menaklukkan lawannya sehingga berhasil mempersembahkan medali Perak.
“Ke depannya saya bertekad akan mendapatkan medali emas di ajang nasional. Mohon doanya ya, Bu.” Ujarnya menutup pembicaraan. Semoga harapan Amalina dan tim Tae Kwon Do MAN 2 Jakarta menjadi nyata. Tentu saja dengan berlatih lebih keras dan doa kita semua, tentunya. (Yuyum Daryumi)
Praja Muda Karana atau yang kerap kita panggil ‘PRAMUKA’ setiap tanggal 14 Agustus merayakan hari jadinya. Tahun 2019 ini, Pramuka di Indonesia genap berusia 58 tahun. Segenap anggota gerakan Pramuka Indonesia bersuka cita hari ini. MAN 2 Jakarta menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Jadi Pramuka yang dipimpin M. Rizki Alfaqih dan Yuyum Daryumi, S.Pd selaku Pembina upacara.
HUT Pramuka kali ini mengusung tema “ Bersama Segenap Komponen Bangsa, Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI “. Pembina menyampaikan beberapa hal pada upacara kali ini, yakni segenap lapisan masyarakat harus lebih memperhatikan 3 kejahatan yang menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia (radikalisme, KKN, dan bahaya Narkoba). Selain itu, dalam anggota Pramuka harus menyikapi globalisasi dengan benar, mengurangi konsumsi produk impor, lebih peduli lingkungan, dan meningkatkan kesadaran arti pentingnya persatuan dan kesatuan.
“Kegiatan Pramuka dalam jenjang pendidikan itu sangat penting, terutama dalam membentuk karakter disiplin siswa. Siswa wajib memiliki karakter Pramuka yang sesuai Trisatya dan Dasa Dharma pada Pramuka,” begitu yang disampaikan Pembina Pramuka MAN 2 Jakarta.
Ia juga menyampaikan seberapa antusiasnya partisipasi warga sekolah pada HUT Pramuka kali ini. “Mudah-mudahan Pramuka MAN 2 Jakarta akan lebih baik lagi dan seluruh anggota Pramuka MAN 2 Jakarta sadar akan pentingnya Pramuka, sehingga terbentuklah karakter yang sesuai dengan Dasa Dharma dan Trisatya,” pesan beliau untuk Pramuka. Oleh karena itu, sangat tepat jika pramuka menjadi solusi yang efektif bagi generasi milenial karena pembentukan karakternya yang mendorong semangat membangun keutuhan NKRI. (Riska Haniyah/JM2)
Ibadah Qurban merupakan Sunnah Muakadah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW, karena itu OSIS/MPK MAN 2 Jakarta mengadakan acara Qurban setiap tahunnya. Pada tahun 2019 M, tepatnya pada tanggal 11 Dzulhijjah 1440 H, OSIS/MPK MAN 2 Jakarta kembali mengadakan acara Qurban dengan tema “SEMBELIH” yang merupakan singkatan dari ‘Semangat Berqurban Melatih Keikhlasan’.
Sesuai dengan tema, acara qurban kali ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa ikhlas. “Alhamdulillah tahun ini MAN 2 Jakarta dapat menyembelih 3 ekor sapi dan 5 ekor kambing,” ujar Yusnanda selaku ketua pelaksana qurban. Jumlah tersebut ternyata melebihi jumlah hewan qurban tahun lalu yang hanya mendapat 2 ekor sapi. Hewan qurban tersebut merupakan hasil dari iuran siswa/i, guru dan staf. Siswa diberi pilihan dalam menyumbangkan uangnya untuk membeli hewan qurban, yaitu Rp 75.000, Rp 100.000 dan Rp 150.000.
Kendala dalam acara qurban tahun ini berorientasi pada dana. Yusnanda mengatakan “Jika tidak ada dana, acara akan sulit berjalan” hal itu disebabkan oleh beberapa siswa yang sulit menyetor iurannya sesuai jadwal yang diminta. Meskipun begitu, banyak siswa yang berpartisipasi dengan baik, “Partisipasi siswa cukup bagus, karena ada yang membayar iuran melebihi dari yang diminta,” komentar Yusnanda mengenai iuran qurban tahun ini. “Daging-daging tersebut akan disalurkan kepada anak yatim, piatu, dhuafa dari setiap kelas juga kaum dhuafa yang tinggal di sekitar MAN 2 Jakarta,” tambah Yusnanda yang merupakan siswa kelas XII Agama ini.
Selain itu setiap kelas dibagikan 1,2 kg daging kambing untuk di sate bersama. Hal ini bertujuan untuk menambah rasa perseaudaraan, kekeluargaan dan kebersamaan dari masing-masing kelas. Dapat dibuktikan dari rasa antusias siswa dalam membawa peralatan bakar satenya sendiri. Siswa/i juga diberikan nasi untuk melengkapi kenikmatan saat ‘bakar sate’ bersama. Bahkan ada kelas yang menyediakan minuman dingin untuk menambah kesegaran saat ‘bakar sate’ berlangsung, yaitu kelas XII IPA 1.
Yusnanda berharap agar acara qurban di MAN 2 Jakarta dapat terus berlangsung setiap tahunnya dan dapat menambah jumlah ekor sapi dan kambing. (Malika/JM2)
Bencana alam yang terjadi di Indonesia belakangan ini menuntut semua lapisan masyarakat untuk selalu siap siaga dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Sebut saja, gempa bumi yang terjadi akibat letusan Gunung Galunggung pada awal bulan Agustus 2019 ini yang goncangannya hingga ke beberapa wilayah, termasuk Jakarta.
Untuk mengantisipasi hal tersebut MAN 2 Jakarta bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Provinis DKI Jakarta mengadakan Sosialisasi Sekolah Aman Bencana. Sekolah aman bencana terimplementasikan pada sekolah/madrasah yang mempunyai komtimen budaya aman bencana, sadar akan resiko yang ditimbulkan memliki sarana dan prasarana manajemen penanggulangan bencana, memiliki program kerja yang memadai sebelum dan sesudah bencana, dan satu siap dalam merespon pra bencana tanggap darurat dan pasca bencana.
Menurut Sukendar, kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi bencana adalah mengurangi resiko bencana di sekolah, mengenali daerah bahaya di sekitar sekolah, dan berlatih siaga bencana minimal setahun sekali. Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian dengan langkah yang tepat guna dan berdaya guna, sesuai UU RI No. 24 Tahun 2007.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2019 ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, siswa anggota PMR serta OSIS MAN 2 Jakarta. Sebagai salah satu anggota POKJA 4, MAN 2 Jakarta memandang perlu terhadap sosialisasi tanggap bencana ini. Dalam sambutannya Kasie Sarana dan PrasaranaKanwil Kemenag DKI Jakarta menyatakan, “Tingkat bencana alam di Jakarta cukup tinggi, terutama bencana kebakaran. Untuk itu perlu pelatihan agar seluruh komponen tanggap bencana, termasuk siswa di madrasah,” ujar Drs. H.Teguh Arminto, M.Pd.
Saat simulasi menghadapi bencanakebakaran, seluruh siswa antusias mengikuti proses simulasi. “Seru kegiatannya. Saya jadi tahu bagaimana menghadapi bencana kebakaran, termasuk menggunakan alat pemedam kebakaran.” Komentar Rizky Maunandar, salah satu peserta kegiatan ini. Di masa mendatang diharapkan setiap warga sekolah mampu menyikapi keadaan bencana dengan sigap, seperti jargon BPBD: Siap, Tanggap, Galang. (Yuyum Daryumi)
Mengawali tahun pelajaran 2019-2020, MAN 2 Jakarta menggalang seluruh kelas X untuk turut serta dalam kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa). Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 2-3 Agustus ini bertujuan untuk mempererat keakraban antarsiswa kelas X, memperkokoh solidaritas, serta mencari bakat dan potensi siswa.
Bertempat di Bumi Perkemahan (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, sebanyak 250 siswa mengikuti serangkaian kegiatan yang dimulai dengan upacara pembukaan, malam budaya dan kreativitas, dan apel bendera. Ketua kegiatan, Muhammad Idza berharap kegiatan ini focus agar setiap siswa dapat melatih disiplin dan rasa tanggung jawab.
Hal ini senada dengan apa yang diutarakan Pembina OSIS, “Dengan adanya Perjusa ini diharapkan akan terbentuk siswa MAN 2 Jakarta yang mandiri, tangguh, dan dapat bersinergi dengan setiap komponen madrasah,” ujar Zamal, S.Ag.
“Acaranya seru banget, dan saya dapat lebih mengenal teman-teman. Semoga tahun depan ada acara semacam ini lagi,” ujar Azzah Haura Jayanti dengan sumringah. Meski terlihat lelah peserta darikelas X agama ini terlihat semangat dalam mengikuti serangkaian kegiatan hingga akhir acara. (Yuyum Daryumi)
Kejayaan Tim Robotic MAN 2 Jakarta di Thailand tahun 2018 silam rupanya tak membuat berpuas diri. Tahun ini mereka kembali mengukir prestasi dalam kompetisi robotic bergengsi tingkat internasional di Korea Selatan. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1248 peserta yang memenuhi Daejeon Convention Center (DCC) Korea Selatan itu berasal dari 21 negara, di antaranya Palestina, Columbia, Vietnam, Malaysia, Singapura, Thailand, Israel, China, Korea, India, Myanmar, dan Brazil.
Sejumlah kategori pun dilombakan pada ajang yang bertajuk International Youth Robot Competitive (IYRC), di antaranya humanoid robotics, design creative, dan humanoid dancing robots. Tim Robotic MAN 2 Jakarta terdiri tiga siswa, yakni Chandra Nur Pamungkas, Naufal Mu’afi, dan Imam Pamuji. Setelah bersaing ketat selama dua hari (2-3 Agustus 2019), akhirnya MAN 2 Jakarta berhasil mengungguli ribuan peserta lainnya pada kategori Design Creative di peringkat dua dan kategori humanoid dancing robotics di peringkat 3.
Menjelang lomba mereka telah mempersiapkan diri selama dua bulan, mulai dari memuat inovasi robot, hingga persiapan mental. Keberhasilan ini tak luput dari dukungan penuh pelatih Muhtar Yahya dan pakar Psikolog Pendidikan, Dr. Ir. Rudi Dwi Maryoto.
Beberapa saat setelah pengumuman lomba, Muhtar menyebutkan bahwa kekurangan yang harus dibenahi tim robotic kita yakni waktu pelatihan yang harus lebih intensif. Di saming itu, tim juga wajib memperluas ide untuk menciptakan inovasi baru.
“Mereka lebih kompleks, dan didukung dengan material yang lengkap,” komentar Yahya mengenai keunggulan peserta Negara lain. Chandra menambahkan, Malaysia merupakan Negara yang sangat kreatif dalam membuat desain robot. Terbukti, Negara tetangga ini mengantongi peringkat teratas pada kategori design creative. Apa pun hasilnya, yang jelas mereka telah membawa harum madrasah di kancah dunia. Bravo! (Yuyum Daryumi)
Ibarat bintang yang makin bersinar, setelah beberapa kali memenangi kejuaraan di tingkat provinsi dan nasional, tim Pencak Silat MAN 2 Jakarta akhirnya bertarung melawan pesilat negara lain. Tak tanggung-tanggung, 17 medali pun berhasil diboyong demi mengharumkan nama madrasah sekaligus Indonesia.
Perjuangan kesepuluh pesilat MAN 2 Jakarta tersebut cukup menegangkan. Maklum, ini merupakan pengalaman pertama mereka berhadapan dengan para pesilat tangguh dari negara lain. Kejuaraan yang bertajuk “Open Tournament Bali International Championship” ini diikuti oleh 1700 peserta tingkat SD, SMP, dan SMU dari Indonesia, Vietnam, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Timor Leste. Bertempat di Denpasar, Bali, turnamen ini digelar sejak 26-28 Juli 2019. Seluruh kekuatan dan kemampuan setiap peserta dikerahkan demi membawa nama baik Indonesia.
“”Rasanya deg-degan, takut, campur panik. Apalagi tim lawan lebih bagus, terutama untuk kategori tanding. Kalau untuk kategori seni mereka kurang,” ujar Fikriyana Adiningtyas sumringah. Tyas, demikian gadis berkerudung ini biasa disapa, berhasil menggondol medali emas untuk kategori Tunggal Tangan Kosong Puteri. Tyas juga meraih juara 3 Ganda Tangan Kosong Puteri, dan Juara 2 Ganda Bersenjata.
Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai penyelenggara acara ini didukung sepenuhnya oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dan Persekutuan Pencak Silat Bangsa-Bangsa. Melihat jumlah peserta yang cukup banyak, terbukti bahwa Pencak Silat merupakan cabang olahraga yang banyak diminati tak hanya oleh masyarakat Indonesia, tapi juga mancanegara.
Secara keseluruhan, perolehan medali Tim Pencak Silat MAN 2 Jakarta yaitu:
1. M. Daffa Itsnaini, juara 1 Ganda Tangan Kosong Putra dan Juara 3 kategori Tanding.
2. Rezza Hidayatullah, Juara 1 Ganda Tangan Kosong Putra dan Juara 3 kategori Tanding.
3. Fikriyana Adiningtyas, Jura 1 Tunggal Tangan Kosong Puteri, Juara 3 Ganda Tangan Kosong Puteri, dan Juara 2 Ganda Bersenjata.
4. Mutiara Indah Ayu, Juara 2 Ganda Tangan Kosong.
5. Tiara Aprilia, Juara 2 Tunggal Tangan Kosong dan Juara 2 Ganda Tangan Kosong.
6. Maryam Assyifa, Juara 2 Ganda Tangan Kosong Putri.
7. Ghaitsa Zahira Adni, Juara 2 Tunggal Tangan Kosong Putri.
8. Annisa Nurfauziah, Juara 3 Ganda Tangan Kosong.
9. Aulia Fadilla Kadavi, Juara 3 Ganda Tangan Kosong.
10. Putra Faza El Rafi Noor, Juara 2 kategori Tanding.
Dengan demikian, total perolehan medali yang berhasil diboyong MAN 2 Jakarta sebanyak 17 medali: 3 medali emas, 7 medali perak, dan 7 perunggu.
Kegigihan para pesilat di ajang internasional ini patut diacungi jempol, mengingat persiapan dan latihan yang sangat intensif hingga malam hari di tengah jadwal sekolah yang cukup padat.
“Yang jelas saya lebih tahu sejauh mana kemampuan pesilat-pesilat dari luar negeri. Ikut turnamen ini juga semoga dapat membantu saya masuk PTN tahun depan,” demikian alasan Tyas yang juga pengagum pesilat nasional Hanivan ini. Apa yang dilakukan Tyas dan rekan- rekannya sangat tepat. Mengukur sejauh mana prestasi lawan, kemudian berusaha melampauinya.
“Memang anak-anak sudah memiliki mental juara. Mereka berlatih di atas rata-rata sehingga dapat keluar sebagai pemenang,” komentar Dra. Hj. Nurlaelah. M.Pd. Kepala MAN 2 Jakarta yang sempat menyaksikan langsung turnamen ini sebagai bentuk dukungan bagi tim MAN 2 Jakarta. Tahun depan, tim ini akan kembali menguji ketangguhannya dengan mengikuti turnamen yang diselenggarakan di Singapura. Kita tunggu torehan prestasi mereka di negeri singa ini.(Yuyum Daryumi)
Menjadi manusia yang lebih baik dan menebar kebaikan bagi sesama. Itulah motto hidup Ardi Gunawan, penulis buku best seller “Kajian Magnet Rezeki dan Menghafal Quran dengan Otak Kanan”, sekaligus pembicara pada pelatihan ini.
Bertempat di MAN 2 Jakarta, sebanyak 125 guru madrasah di wilayah Jakarta Timur mengikuti Pelatihan Menghafal Al Quran dengan Mengoptimalkan Otak Kanan. Seluruh peserta antusias mengikuti pelatihan yang dimulai pk 13.00. Meskipun kegiatan ini dilaksanakan pada hari libur, yakni Minggu,21 Juli 2019, namun tak menyurutkan semangat guru-guru madrasah untuk menghadiri acara yang sangat memotivasi ini.
Antusiasme peserta sangat beralasan karena pelatihan ini terbukti dapat menghafal secara cepat dan permanen dengan memenfaatkan otak kanan. Selain itu, kekuatan pikiran bawah sadar juga berpengaruh terhadap seseorang, sehingga dapat membangun kepercayaan diri dan konsentrasi. Pelatihan ini juga terbukti mampu melipatgandakan daya ingat hingga 300 %.
Untuk menuju mengahafal Al Quran lebih cepat dan efisien, menurut Ardi Gunawan yang sekaligus pendiri Central Learning International (CLI) ada beberapa jurus yang harus diaplikasikan. Jurus mengahafal AlQuran menurut Ardi,yakni asosiasi (memilih lingkungan yang tepat), repetisi (pengulangan), disosiasi (mnegubah pola piker bahwa mengahafal adalaha mudah), dan imajinasi (baca artinya dan fahami ayatnya).
Selain kiat di atas beliau juga mengungkapkan bahwa sebenarnya ada banyak kunci rezeki yang belum semuanya diketahui. Magnet rezeki menurut Ardi, di antaranya adalah:
1. Buka perisai rezeki, dengan menghilangkan sifat dengki, dongkol, dendam, marah, dan tidak menjadikan tangan di bawah (meminta-minta).
2. Dispilin kata dan berkata positif. Dengan mengubah perkataan negatif menjadi positif, maka pola piker dan permasalahan pun akan dihadapi dengan tenang.
3. Wow keren. Merespon setiap permasalahan dengan ungkapan tersebut dan menjadikan sabar sebagai dan tidak gelisah sebagai kekuatannya.
4. Nol kan hati dari sariawan hati. Hal ini dapat dilakukan dengan berlatih untuk tidak mengeluh dan selalu bersyukur. Apa pun alur hidup yang diberikan Tuhan, pada hakikatnya adalah anugerah terbaik dari Tuhan.
5. Menjaga terumbu karang. Terumbu karang yang dimaksud di sini adalah selalu berkeinginan untuk membahagiakan orang lain, terutama orang tua, pasangan, anak-anak, keluarga, teman, dan lain-lain.
Lima jurus di atas, selain mempermudah menghafal Al Quran, juga mampu menarik rezeki mendekat pada seseorang.
“Bagus sekali materinya. Saya baru pertama kali mengikuti motivasi dari beliau dan ternyata sangat menginspirasi,” ujar Saepul, S.Pd.,MM, salah seorang peserta sekaligus pengajar di MAN 2 Jakarta. dengan pelatihan ini diharapkan akan semakin bertambah para pengahafl Al Quran sekaligus mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. (Yuyum Daryumi)
Menyongsong era industry 4.0 membutuhkan persiapan matang bagi seluruh warga dunia, termasuk Indonesia. Era industri 4.0 memaksa manusia memasuki dua dunia, yaitu dunia riil dan dunia virtual. Internet of things yang merupakan ruh di era ini mengkondisikan manusia secara personal dan komunal sangat bergantung kepada dunia virtual, yang semakin hari semakin complicated dan smart. Berangkat dari pemikiran tersebut, Kementerian Agama yang bekerja sama dengan XL Axiata menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan untuk menyongsong kehidupan di era industry 4.0.
Bertempat di hotel Agria, Bogor sebanyak 75 Ketua OSIS dari Madrasah Aliyah di wilayah DKI Jakarta mendapatkan materi yang berkaitan dengan kepemimpinan, public speaking, design thinking, thinking prototype, dan pembuatan produk. Selain itu juga diberikan elevator pitch yang digunakan pada saat menjual produk. Hasil akhir produk para peserta dipresenyasikan di hadapan investor selama kurang lebih 2 menit.
Ketua OSIS MAN 2 Jakarta, Rizky Munandar beserta kelompoknya yang berjumlah sembilan orang akhirnya meraih peserta terbaik. Tim yang terdiri dari beberapa sekolah tersebut memenangi hadiah sebesar 5 juta rupiah.
“Saya mendapatkan pengalaman baru dan pengetahuan tentang industry 4.0.” ujar Rizky dengan sumringah. (Yuyum Daryumi)




