Banyak cara dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif,menarik, sekaligus menyenangkan. Pembelajaran yang berkutat di dalam kelas, kini bukan saatnya lagi. Mengeksplor berbagai ruang dan metode adalah salah satu cara yang dapat diterapkan dalam pembelajaran era kini. Salah satunya adalah pertunjukan drama. Sebagai salah satu Kompetensi Dasar dalam Mata Pelajaran Sastra Indonesia di kelas XI Bahasa, materi drama awalnya merupakan materi yang menjadi momok bagi sebagian siswa. Sebagian siswa beranggapan bahwa bermain drama berarti harus menjadi seperti actor yang selama ini muncul di televise, memiliki wajah cantik/ganteng. Namun dengan mengikuti sesi drama kali ini persepsi siswa mulai berubah. Pertunjukkan drama tidaklah seseram yang dibayangkan.
Setelah melalui tahap pengenalan drama, siswa diberikan materi tentang olah rasa, olah jiwa, olah vocal, dan olah raga. Ketiga latihan tersebut merupakan modal dasar dalam bermain drama. Selain melatih konsentrasi, latihan ini akan mengasah siswa lebih percaya diri. Satu bulan proses berlatih, siswa akhirnya dituntut untuk menampilkan pertunjukan drama sesungguhnya. Pemilihan tema, penulisan naskah drama, casting, penyutradaraan, hingga make up panggung dan tata lampu digarap oleh masing-masing kelompok.
Maka akhirnya terwujudlah sebuah pementasan drama yang digelar pada hari kamis, 19 April 2018, mulai pukul 10.00 sampai pukul 13.00. pementasan yang berlangsung di ruang Multimedia MAN 2 ini mendapat respon positif dari siswa program lain. Terbukti, sebanyak 100 tiket telah ludes dibeli penonton dalam waktu sehari. Teknik promosi dan ticketing pun menjadi materi pertunjukan drama. Bagaimana sebuah kelompok drama mengelola pertunjukan hingga berhasil diapresiasi oleh penonton. Tiket seharga Rp 5000,00 itu memang sengaja dibuat agar siswa dapat menghargai sebuah karya seni. Dengan tiket itupenonton dapat menikmati pertunjukkan, snack, dan minuman.
Kelompok XI Bahasa yang terbagi menjadi dua kelompok ini masing-masing membawakan drama dengan tajuk “Si Despa dari SMA” dan “Pesan”. Sutradara “Pesan”, Sultan Syahdan Ibnu Amar menjelaskan bahwa ide naskah drama ini berasal dari lagu berbahasa Jepang, “Tegami”. Drama ini berangkat dari pencarian jati diri anak muda.
“Bagus banget tampilannya, bisa jadi hiburan sekaligus menambah ilmu tentang drama.” ujar Chandra, salah satu penonton drama dari kelas X IPA. Drama memang menjadi salah satu tampilan yang ditunggu-tunggu oleh hamper semua siswa MAN 2. Mereka dapat menikmati hiburan di sekolah sendiri, mengapresiasi kebolehan teman-temannya di atas panggung.
Sutradara “Si Despa dari SMA”, Muchtar Yahya, menambahkan, “Di masa mendatang kami berharap agar program Bahasa dapat tampil secara rutin, mulai kelas X hingga kelas XI. Dengan begitu kemampuan anak Bahasa dalam teater semakin terasah.” Semoga harapan tersebut menjadi kenyataan. Hal ini tidak lepas dari dukungan guru dan sekolah, terutama sarana ruangan yang representative untuk sebuah pertunjukkan. (Yuyum D)

Jumat 15 April 2018 merupakan hari yang menegangkan bagi Mutiara Indah Ayu Lestari(16 th). Sudah dua hari ini siswa MAN 2 ini bertarung melawan pesilat lain dalam ajang Festival Pencak Silat yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sebanyak 30 pesilat dari perguruan pencak silat se-Indonesia bertanding mempertaruhkan nama baik perguruan mereka masing-masing. Setelah melalui babak final, akhirnya Mutiara dan dua teman lainnya, Annisa Dwi Cahaya, serta Fitriana Adiningtyas berhasil menyabet juara I Pencak Silat Tingkat Nasional.
Pertandingan kali ini dirasa cukup berat mengingat lawan tandingya cukup handal dan berpengalaman. Terlebih sehari sebelum pertandingan Mutiara mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki dan tangannya cedera. Namun hal ini tak menyurutkan semangatnya untuk menjadi yang terbaik. Benar saja, berkat kegigihan dan kekompakan mereka bertiga akhirnya piala juara I pun behasil diraih.
“Senang rasanya, setelah melawan tim dari luar yang kelihatannya mereka lebih jago dari saya” ujar Mutiara sumringah. Ungkapan bahagia itu cukup beralasan mengingat sehari sebelum bertanding ia mengalami kecelakaan motor, yang mengakibatkan kaki dan tangannya cedera. Namun hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk bertanding. Semangat pantang menyerah itu pula yang terus disulutkan oleh pembinanya, Andrew, dari Perguruan Pencak Silat Tapak Suci di Padepokan Pencak Silat Taman Mini. Dengan berlatih setiap hari dari pukul16.00 hingga 10.00 membuat fisik dan mental gadis kelas X IPA ini terasah.
Meskipun baru setahun masuk Perguruan Tapak Suci, tapi beberapa kejuaraan berhasil diarihnya. Sebut saja, pada awal April lalu ia berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Pencak Silat antar Perguruan Tapak Suci se-DKI. Saat ditanya apa yang membuatnya tertarik masuk bidang yang didominasi oleh kaum laki-laki, ia menjawab dengan yakin, “Perempuan itu harus kuat, tangguh, dan percaya diri, agar tidak disepelekan oleh kaum laki-laki.” Jiwa seperti itu sangat tepat mengingat Mutiara, Annisa, dan Fitriana sama-sama berkeinginan menjadi TNI Angkatan Udara. Semoga saja mereka bertiga menjadi muslimah tangguh yang kelak mengharumkan nama bangsa. (Yuyum D)

MAN 2 Jakarta – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasasis Komputer (UNBK) di Madrasah Aliyah Negeri 2 Jakarta, Selasa (10/4) kedatangan Tim Monitoring UNBK dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.
Inspektur Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan, MA di dampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Drs. H Karsa Sukarsa, M.Pd, dan Sekretaris Kecamatan Ciracas, Mujiono melakukan monitoring pelaksanaan UNBK di Madrasah Aliyah Negeri 2 Jakarta.
“Alhamdulillah pelaksanaan UNBK di MAN 2 Jakarta hari pertama kemarin berjalan dengan lancar, dan mudah-mudahan hari ini sampai selesai UNBK di MAN 2 Jakarta bisa berjalan dengan aman dan lancar” tukas Kepala MAN 2 Jakarta Dra. Hj. Nurlaelah, M.Pd.
“Jumlah peserta UNBK MAN 2 Jakarta berjumlah 243 orang, terbagi menjadi 4 ruang ujian, dengan jumlah sesi sebanyak 2 sesi tiap ruang” tambah Kepala MAN 2 Jakarta ketika menyampaikan informasi pelaksanaan UNBK di MAN 2 Jakarta.
Dalam monitoring kali ini Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. H. M. Nur Kholis Setiawan, MA lebih menekankan akan pentingnya integritas dan kejujuran dalam pelaksanaan ujian. “Kesuksesan yang sejati adalah sukses yang dilandasi kejujuran dan integritas” pungkas beliau.
Setelah memantau pelaksanaan UNBK di MAN 2 Jakarta, beliau menyempatkan waktu untuk keliling melihat lingkungan dan sarana yang dimiliki MAN 2 Jakarta. Beliau berharap kedepan pembangunan fisik terutama penambahan gedung dan ruang kelas madrasah-madrasah khususnya MAN 2 Jakarta bisa lebih ditingkatkan.
“Sekarang ini pembangunan sebagian madrasah di DKI Jakarta sulit dikembangkan karena terkait kepemilikan lahan yang masih menggunakan lahan milik Pemda bukan milik Kemenag”. Sesal beliau terkait masih minimnya peningkatan pembangunan sebagian madrasah di DKI Jakarta.
Sekitar pukul 10.00 WIB beliau meninggalkan MAN 2 Jakarta untuk lanjut melakukan monitoring UNBK ke madrasah yang lain. /syp

Jakarta (Humas MAN 2) — (Sabtu,25-26/11).Dalam rangka meningkatkan motivasi dan kinerja guru dan Karyawan Man 2 jakarta melaksanakan outbond di Cijeruk Sukabumi bersama Event Organizer Manajemen Kualitas Diri (MKD) Training yang dimotori oleh Jay Kresna.
Acara outbond tersebut meliputi kegiatan Training Motivasi dan Outbound Training. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Kepala Seksi Penmad Kementerian Agama Wilayah Jakarta sekaligus membuka acara Outbond tersebut.
Training motivasi dilaksanakan di ruang tertutup oleh tenaga pendidik dan kependidikan bersama trainer MKD Jay Kresna berserta team MKD. Training motivasi meliputi ice breaking, video motivasi diri dan ditutup dengan muhasabah diri lalu saling bermaaf-maafan satu sama lain.
Acara berikutnya adalah kegiatan inti yaitu outbond training di lapangan yang cukup luas. Kegiatan ini diawali dengan pemanasan ringan kemudian diarahkan agar membentuk lingkaran lalu diberikan games untuk memecahkan masalah, games tersebut diumpamakan adalah permasalahan dan guru dan karyawan harus mencari jalan keluar dari permasalahan ini.
Setelah kurang lebih 1 jam kami mencari teknik cara membalikkan diri dari lingkaran tetapi tetap berpegangan tangan satu sama lain, akhirnya kami berhasil menemukan jalan keluarnya. Berlanjut ke permainan berikutnya yaitu pembagian kelompok untuk memainkan games-games. Bagi kelompok yang menang mendapat hadiah uang dengan mata uang “doang”.
Setiap kelompok yang mendapatkan uang ditukar dengan plastik kemudian plastik tersebut diisi air, kemudian puncak dari games ini adalah melindungi mumi yang dibuat oleh masing-masing kelompok agar tidak di lempari dengan plastik yang berisi air oleh kelompok lain, apabila muminya hancur berarti kelompoknya kalah.
Setelah permainan berakhir semua anggota kelompok diharapkan untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik yang berserakah untuk dijadikan piramida sehingga lapangan menjadi bersih kembali.
Hari kedua dilanjutkan dengan acara arung jeram di Sungai Cisadane. Kami berangkat menuju Sungai Cisadane dengan menggunakan mobil bak terbuka. Sesampainya di tempat kami melakukan pemanasan ringan dan Fliying Fox kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Arung Jeram yang kegiatan tersebut sangat membuat adrenalin menjadi terpacu setelah mengarungi sungai Cisadane yang sangat panjang dan beresiko karena banyak bebatuan yang membahayakan.
Setelah sampai kami disambut dengan hidangan makan siang yang sangat lezat dan dapat memulihkan energi setelah berarung jeram. Akhirnya kami kembali ke hotel dan membersihkan diri untuk siap-siap pulang ke Jakarta. Diharapkan dengan kegiatan ini guru-guru dan karyawan dapat lebih kompak dan semangat lagi dalam mendidik siswa dan siswi MAN 2 Jakarta dan meningkatkan kinerja kerja.

Jakarta (Humas MAN 2) — Jumat (1-2/12). Memasuki tahun pelajaran 2018/2019 dan dihadapkan dengan kurikulum 2013 guru-guru dituntut untuk meningkatkan kemampuan dan kualitasnya.
Salah satu usaha yang dilakukan adalah MAN 2 mengadakan pelatihan, kali ini bertajuk Workshop Pengembangan soal-soal HOTS (High Order Thinking Skill). Soal HOTs adalah soal-soal yang menuntut keterampilan berfikir tingkat tinggi untuk menyelesaikannya.
Pada kegiatan ini bertindak sebagai narasumber adalah Bapak Nursyamsuddin yang merupakan TIM pengembang Dit PSMA Kemdikbud. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Bapak Arif yang merupakan Kasi Kurikulum Kemenag Kanwil DKI Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil pembuatan soal HOTS dari beberapa mata pelajaran yang langsung dinilai dan ditanggapi oleh narasumber.
Pelatihan kali ini merupakan penguatan dari pelatihan sebelumnya pada bulan September 2017, setelah kegiatan ini peserta diharapkan untuk mengumpulkan hasil pelatihan tersebut dalam bentuk soft copy untuk ditindak lanjuti sebagai bukti bahwa guru-guru Man 2 sudah memahami bentuk soal HOTS sesuai dengan mapel masing-masing.
Harapan selanjutnya agar sekolah sering mengadakan pelatihan semacam ini agar kualitas guru-guru MAN 2 lebih meningkat. Bravo MAN 2 !!!!

Jakarta (HUMAS MAN 2 JKT)—-(Jumat,19/1).Workshop BIMTEK Kurikulum K13 untuk pendidik MAN 2 secara resmi dibuka oleh Kepala MAN 2 Jakarta. Kegiatan workshop yang dilaksanakan mulai hari jumat 19-20 Januari 2018 di ruang Multimedia yang dihadiri oleh seluruh pendidik MAN 2 Jakarta. Narasumber yang akan mengisi materi adalah Kepala Bidang Penmad Kanwil DKI Jakarta dan Drs.Sucipto, Mpd.
Bapak Kabid memberikan ulasan tentang peran guru yang belum maksimal dalam kegiatan pembelajaran dan diharap guru-guru dapat memperbaiki dan merubah metode pembelajaran yang selama ini diaplikasikan.
Setelah pembukaan dilanjutkan dengan materi Kurikulum 13 dan bincang-bincang ringan antara pak Cipto dengan tenaga pendidik tentang tugas yang diberikan kepada siswa berkaitan dengan pelaksanaan workshop karena pada saat pelaksanaan workshop siswa tetap belajar dikelas sehingga guru-guru memberikan tugas. Dari tanya jawab dan diskusi ringan tersebut, narasumber memberikan langkah-langkah pembuatan RPP yang sesuai dengan penerapan Kurikulum 13 saat ini.
Kegiatan ini sangan interaktif dan komunikatif sehingga guru dapat memahami pembuatan RPP yang sesuai dengan kurikulum 13. Acara ini sangat dibutuhkan sekali oleh guru-guru dalam memperbaiki perencanaan dalam pembelajaran demi mencerdaskan anak bangsa. Tepat pukul 16.00 Wib rangkaian acara workshop selesai. Berharap setelah acara ini guru dapat berubah menjadi lebih profesional lagi dalam mendidik siswa.

Jakarta (Humas MAN 2) — Kamis,14-17/12. Halaman Depnaker Ciracas Jakarta sudah dipenuhi orang tua yang akan mengantar putra-putrinya mengikuti kegiatan Outing Class ke PTN di Jogjakarta. Setelah shalat subuh berjamaah di Depnaker, pukul 05.15 Wib peserta didik langsung memasuki bus masing-masing sekitar 7 bus siap melaju menuju kota Jogjakarta. Outing Class dilaksanakan pada tanggal 14-17 Desember 2017 ke Jogjakarta diikuti oleh peserta didik seluruh kelas XI.
Rombongan tiba di Jogjakarta sekitar pukul 23.45 WIB dan langsung memasuki kamar hotel masing-masing untuk beristirahat dan memulihkan tenaga persiapan kegiatan keesokan harinya.Setelah selesai sarapan, agenda kegiatan diisi dengan kunjungan kampus UIN Sunan Kalijaga dan kampus UGM, di kampus UIN dilaksanakan seminar terbuka yang dibuka oleh rektor UIN . Tidak hanya dihadiri oleh rombongan MAN 2 tetapi ada sekolah lain dari Lampung yang mengikuti kunjungan ke Kampus UIN. Adapun pemaparannya disampaikan oleh salah satu dosen UIN. Disamping itu Kepala MAN 2 ibu Hj. Nurlaelah, M.Pd, berpesan kepada siswa dan siswi MAN 2 untuk menjaga sikap dan nama baik sekolah selama acara berlangsung.
Kegiatan ini diharapkan agar peserta didik dapat memilih jurusan, memotivasi agar dapat meraih kesuksesan serta memberikan wawasan untuk menentukan pilihan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Setelah kunjungan ke kampus UIN dan UGM dilanjutkan dengan kunjungan ke tempat wisata Merapi untuk melakukan Lava Tour, di sana guru dan siswa dapat menikmati indahnya pemandangan Gunung Merapi di Jogjakarta dari atas dan sepanjang perjalanan para supir merangkap Guide menjelaskan situasi Gunung Merapi, setelah itu dilanjutkan ke tempat belanja yang terkenal di Jogjakarta yaitu Malioboro di sana rombongan MAN 2 dapat berbelanja oleh-oleh khas Jogjakarta setelah itu rombongan kembali ke hotel untuk beristirahat.
Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan ke tempat pengrajin kaos Gareng dan Bakpia Sumodirgo agar siswa dapat mendapatkan wawasan berwirausaha mandiri dan ditutup dengan kunjungan ke tempat sejarah yang terkenal di dunia yaitu Candi Borobudur, di sana guru dan siswa dapat belajar sejarah tentang candi Borobudur serta menikmati keindahan arsitektur candi yang sangat memukau. Setelah kujungan ke Borobudur rombongan langsung menuju jakarta dan tiba di jakarta pada pukul 06.00WIB. Siswa dan guru sudah di jemput di BKN Ciracas dan kembali ke rumah dengan ceria.

OSIS MAN 2 Jakarta mengadakan kegiatan sunatan massal, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2017 di ruang Multi Media MAN 2 Jakarta, kegiatan ini merupakan salah satu dari program kerja OSIS dalam pengabdiannya kepada masyarakat tahun anggaran 2016-2017. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu para orang tua yang secara ekonomi kurang mampu untuk mengkhitankan anaknya.
Jumlah anak yang di khitan dari keluarga yang kurang mampu berjumlah dua puluh delapa anak, dan yang bertugas mengkhitan adalah dokter dari Puskesmas Pasar Rebo, dr. Sarjono dan didampingi seorang perawat bernama Sariah.
Adapun nama-nama anak yang dikhitan adalah sebagai berikut: Ahmad Bustomi, M. Rizki Gumilang, Akbar Kuswara, Muhammad Rizky Pratama, Muhammada Yasir Arafat, Muhammad Sakti Destiadi, Andika Putra Aeriandy, Faiz Fadilah, Yusril Huda Muslim, Khaerul Azzam Ramadhani, Muhammad Andika Pratama, M. Fauzan, Daeng Muhammad Anshar Habibi, Firzy Chariri, Sello Dwi Nanda, Riski Hidayah, Dava Arjuna Pratama, Rizki Ramdhani, Fadlan Juang Arduino Nugroho, Wahyudin, Muhammad Ibrahim Pratama, Moh Rizki Fadila Limau, Dwi Nugraha, Daeng Muhammad Anshar, M. Fadla. N.U, Ezra, Revan, Wahyudin.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu dari jam 8.00 sampai jam 12.00, khitanan ini bisa terlaksana atas kerjasama OSIS dalam menggalang dana dari masyarakat, dari sponsor (IZI ) Inisiatif Zakat Indonesia, dari Wira Usaha OSIS dan juga bantuan dari Komite MAN 2 Jakarta.
Salah satu Orangtua anak yang ikut khitanan massal Bapak Mansono ketika kami wawancarai mengatakan, “Saya menyambut gembira atas kegiatan yang dilaksanakan oleh OSIS MAN 2 Jakarta ini setidaknya bisa membantu orang tua yang kesulitan secara ekonomi, mudah -mudahan OSIS MAN 2 Jakarta bisa melaksanakan kegiatan seperti ini lagi dimasa yang akan datang. Kami hanya mendoakan semoga anak-anak OSIS yang terlibat dalam kegiatan ini dimudahkan oleh Allah dalam studinya dan semoga menjadi siswa-siswa teladan yang bisa bermanfaat bagi Masyarakat”. Humas MAN 2 Jakarta
Untuk melihat hasil pengumuman kelulusan kelas XII tahun pelajaran 2016/2017, bisa download link dibawah ini :
Jakarta ( Humas MAN 2 ) – Regu PRAMUKA MAN 2 Jakarta meraih Juara Umum dan piala bergilir dalam Lomba Pramuka ‘Unindra Scout Competition’ yang diadakan di Kampus Universitas Indra Prasta PGRI pada tanggal 23 April 2017. Prestasi ini di raih berkat bimbingan dua orang pelatih yang sangat kompeten yaitu Rheza Aliyasha, S.Kom dan Nadia Efhami, S.Pd. mereka berdua merupakan alumni dari MAN 2 Jakarta 2009/2010.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun Ambacana ke VI Gerakan Pramuka memperingati Hari Pramuka yang ke VI Gugus Depan 05073-05074 Pramuka Universitas Indra Prasta PGRI dan juga untuk meningkatkan prestasi dan ajang silaturahmi diantara pramuka penegak tingkat SMA/SMK dan Madrasah Aliyah se DKI Jakarta.
Menurut Ketua Pelaksana Saudari: Nur Hidayatul Fajriah, ketika Kami wawancarai dia menyampaikan ”bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-prinsip Dasar Metode Pendidikan Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan kepentingan dan perkembangan Bangsa dan Masyarakat Indonesia”.
Man 2 Jakarta mengirim dua regu, satu regu putra dengan nomor gudep 09147 dan satu regu putri dengan nomor gudep 09148 regu putra di pimpin oleh Caesar Mahditasya kelas XI IPA, dan regu putri di pimpin oleh Filzah Fitriani XI Agama.
Jumlah peserta yang mengikuti lomba tersebut sebanyak empat puluh sangga pramuka dari SMA/SMK dan Madrasah Aliyah, dari empat puluh sangga di bagi dalam dua regu yaitu 20 sangga putra dan 20 sangga putri. Adapun bidang-bidang yang dilombakan adalah Pionering 30 tongkat, Ranking I, Fotografi, Peta Pita dan Teknologi Tepat Guna.
Mudah-mudahan prestasi ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya dan bisa membawa nama harum madrasah pada umumnya dan khususnya MAN 2 Jakarta. Aamin.




